Translate

Selasa, 08 Mei 2012

Pengukuran Kadar Kolesterol


TEORI
Kolesterol merupakan senyawa perihidroksipentanofenantrena yang terdiri dari 3 cincin sikloheksana terpadu seperti bentuk fenantrena, sebuah cincin siklopentana yang tergabung pada ujung sikloheksana, gugus hidroksil yang menempel pada atom C nomer 10 dan 13, serta mengikat rantai samping pada atom C nomer 17, rantai samping tersebut terdiri dari 8 atom karbon.
      Kolesterol tidak larut dalam air, dapat diekstraksi dari jaringan dengan kloroform, eter, benzena, dan alkohol panas. Kolesterol termasuk senyawa steroidandengan rumus kimia C27H45OH
                                                           
Kebanyakan dari kolesterol diet dalam bentuk teresterkan. Ester kolesterol yang ada diemulsikan oleh empedu lalu dihidrolisis oleh esterase kolesterol pankreas.
Ester kolesterol + H2O   -- >     kolesterol + asam lemak (Montgomery et.Al, 1993:713)
Kolesterol merupakan steroid terpenting, bukan saja karena merupakan komponen membran tetapi juga karena merupakan pelopor biosintetik umum untuk steroida lain, termasuk hormon steroid dan garam empedu. Kolesterol berlimpah dalam otak dan jaringan saraf lainnya, dengan mencerminkan fungsi membran di dalam jaringan-jaringan ini sebagai lipida membran. Kolesterol terdapat di dalam membran-membran sel organisme tingkat tinggi, tetapi tidak terdapat di dalam membran-membran bakteri dan mitokondria.
Kolesterol tubuh dibedakan menjadi 2 yaitu, kolesterol yang berasal dari makanan dan kolesterol yang disintesis dari asetil ko-A yang berasal dari karbohidrat, asam amino, asam lemak. Hati merupakan tempat utama sintesa kolesterol, tetapi usus juga merupakan tempat penting untuk sintesis.
Kandungan kolesterol dalam makanan adalah sebagai berikut :
Jenis makanan
Kadar kolesterol
daging ayam
60
daging kambing
70
daging sapi
70
daging babi
70
udang
130
kuning telur
275
hati, jeroan
375
ginjal sapi
690
otak
2000
ikan
45
jagung
0
beras
0

Kolesterol di dalam tubuh mempunyai dua fungsi, yaitu disatu sisi diperlukan dan disisi lain dapat membahayakan, tergantung berapa banyak dan dibagian mana terdapat di dalam tubuh. Kolesterol diperlukan karena merupakan komponen esensial membran, struktur semua sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol bisa membahayakan apabila terlalu banyak terdapat dalam darah karena dapat membentuk endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang akan mengganggu kalancaran aliran darah.
Menurut Murray, RK granner, DK Mayes, PA and Rodwel, VW, 19895 : 301), tubuh kita menggunakan kolesterol untuk membuat :
1.      Hormon seks, sangat penting bagi perkembangan dan fungsi organ seksual
2.      Hormon korteks adrenal, penting untuk metabolisme dan keseimbangan  garam dalam tubuh.
3.      Vitamin D, penting dalam penyerapan kalsium
4.      Garam empedu, membantu usus menyerap lemak
5.      Membran sel dan lapisan luar lipoprotein
Tubuh manusia dan hewan yang normal akan berusaha memelihara konsentrasi kolesterol plasma dengan cara mengatur sintesis dan ekskresi kolesterol. Kandungan kolesterol yang tinggi dalam darah dapat membentuk endapan pada pembuluh darah (Arterosklerosis) dan tekanan darah tinggi. Arterosklerosis merupakan akibat dari abnormalitas metabolisme lipida selain berbagai faktor yang mengganggu pembuluh arteri. Hiperkolesterolemia berarti bahwa kadar kolesterol terlalu tinggi dalam darah..
Oleh sebab itu, untuk mencegah hiperkolesterolemia atau untuk menurunkan kadar kolesterol, disarankan untuk mengurangi konsumsi lemak terutama lemak hewani dan memperbanyak konsumsi sayur dan buah. Lemak hewan umumnya merupakan lemak jenuh (saturated fat) dan mengandung banyak kolesterol. Lemak jenuh sangat signifikan dapat menaikkan kadar kolesterol darah. Tubuh kita memerlukan kolesterol untuk dapat berfungsi dengan baik, namun jumlah kolesterol yang dibutuhkan sudah dapat terpenuhi dari pembuatan kolesterol di dalam tubuh. Jadi tidak diperlukan lagi tambahan kolesterol dari makanan.. Minyak atau lemak nabati (lemak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan) masih dapat dikonsumsi asal tidak berlebihan, sebab lemak nabati tidak mengandung kolesterol dan sedikit kadar lemak jenuhnya (saturated fat).Senyawa lemak yang banyak terdapat dalam lemak nabati adalah lemak tak jenuh (unsaturated fat) yang tidak menaikkan kadar kolesterol darah.
 
Alat dan Bahan
  1. Alat :
a.    Gelas kimia (beker glass)                h. Waterbath
b.    Tabung reaksi                                 i. Sentrifuge
c.    Tabung sentrifuge                           j. Timbangan elektrik
d.   Penggerus porselen (mortar)           k. Spektrofotometer
e.    Batang pengaduk                           l. Tabung cupet
f.     Pipet ukur                                       m. Rak tabung reaksi
g.    Filler                                              
2.      Bahan :
a.       Alkohol absolut                             d. Asam sulfat pekat
b.      Aseton                                           e. Asam anhidrat
c.       Kloroform                                                 f. Sampel (otak, hati, telur, daging)
Cara Kerja
 1. Pembuatan larutan kolestrol murni untuk larutan standar
      a. Membuat larutan kolesterol murni dengan konsentrasi 2 mg/ml, sebanyak 10 ml dan mengencerkannya dengan 40 ml kloroform dalam bekker glass, sehinggga terbentuk larutan dengan konsentrasi 0.4 mg/ml (larutan). Kemudian membuat larutan kolesterol murni dengan bermacam-macam konsentrasi dari pengenceran larutan A.
      b. Mengambil 20 ml dari larutan A dan memasukkan pada beker glass + kloroform 20 ml, diperoleh larutan dengan konsentrasi 0,2 mg/ml (larutan B). Mengambil dari larutan B masing-masing 9 ml, 7ml, 6ml, 5ml, 4ml, 3ml, 2ml. Dari pengenceran ini diperoleh larutan dengan konsentrasi 0,18; 0,14; 0,10; 0,08; 0,06; 0,04 mg/ml dengan menambahkan kloroform sampai 10 ml.
     c. Mengambil larutan A lagi sebanyak 30 ml + 10 ml kloroform disebut larutan C. Mengambil dari larutan C ini 8ml, 7ml, 6ml, 5ml,dan 4 ml. Menambahkan masing-masing pada larutan tersebut kloroform sampai 10 ml sehingga diperoleh konsentrasi 0,32; 0,28; 0,24; 0,20; dan 0,16 mg/ml.
     d. Mengambil larutan standar masing-masing (larutan B dan C) sebanyak 3 ml dan menambahkan 3 ml asetat anhidrid + asam sulfat dengan perbandingan 30:1, menempatkan pada ruang gelap selama 5 menit hingga larutan menjadi hijau, mengukur absorbansi dengan spektofotometer pada panjang gelombang 680 
2. Pembuatan larutan untuk penentuan kadar kolesterol
    a. Memasukkan sample (telur) 1ml ke dalam tabung sentrifuge yang telah berisi 10 ml aseton : alkohol (1 : 1) kemudian mengaduknya sampai rata
    b. Memanaskan tabung yang telah berisi bahan tadi pada waterbath sampai mendidih. Kemudian mengangkat dan mendinginkan tabung tersebut pada temperatur kamar, setelah dingin mensentrifuge pada kecepatan 1750 rpm selama 15 menit
   c. Memasukkan supernatan (bagian bening) yang terbentuk ke dalam tabung reaksi kemudian menguapkan dengan memanaskan dalam waterbath sampai kering dan terbentuk residu (pasta).
   d. Melarutkan residu dengan kloroform dan dihomogenasi. Setelah diencerkan, ditambah dengan 2 ml campuran asam sulfat dan asetat anhidrat (1 : 30).
Telur/otak diencerkan : 60 kali
Hati diencerkan           : 40 kali
Daging diencerkan      : 10 kali
Darah diencerkan        :   4 kali
    e. Pengenceran untuk residu otak dan telur  = 60 kali
Residu + 3 ml kloroform (dihomogenasi)
0.1 ml larutan residu + 1,9 ml kloroform + 2 ml campuran asam sulfat dan asetat anhidrat (1: 30)
    f. Pengenceran untuk residu hati  = 40 kali
Residu + 2 ml kloroform(dihomogenasi)
0.1 ml larutan residu + 1,9 ml kloroform + 2 ml campuran asam sulfat dan asetat anhidrat (1 : 30)
    g. Pengenceran untuk residu daging  = 10 kali
Residu + 2 ml kloroform (dihomogenasi)
0.4 ml larutan residu + 1,6 ml kloroform + 2 ml campuran asam sulfat dan asetat anhidrat (1 : 30)
    h. Menempatkan larutan residu yang telah yang telah diencerkan tersebut pada ruang gelap selama 5 menit hingga terbentuk warna hijau.  Membaca hasil warna yang diperoleh dengan spektrofotometer dengan panjang gelombang 680 nm.
     i. Membuat larutan blanko yang berisi 2 ml kloroform dan 2 ml campuran asam sulfat pekat dan asetat anhidrat (1 : 30).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar