TEORI
Kolesterol merupakan senyawa
perihidroksipentanofenantrena yang terdiri dari 3 cincin sikloheksana terpadu
seperti bentuk fenantrena, sebuah cincin siklopentana yang tergabung pada ujung
sikloheksana, gugus hidroksil yang menempel pada atom C nomer 10 dan 13, serta
mengikat rantai samping pada atom C nomer 17, rantai samping tersebut terdiri
dari 8 atom karbon.
Kolesterol tidak larut dalam air, dapat
diekstraksi dari jaringan dengan kloroform, eter, benzena, dan alkohol panas.
Kolesterol termasuk senyawa steroidandengan rumus kimia C27H45OH
Kebanyakan dari kolesterol diet dalam bentuk teresterkan. Ester kolesterol
yang ada diemulsikan oleh empedu lalu dihidrolisis oleh esterase kolesterol
pankreas.
Ester kolesterol + H2O -- > kolesterol + asam lemak (Montgomery et.Al,
1993:713)
Kolesterol merupakan steroid terpenting, bukan saja karena merupakan
komponen membran tetapi juga karena merupakan pelopor biosintetik umum untuk
steroida lain, termasuk hormon steroid dan garam empedu. Kolesterol berlimpah
dalam otak dan jaringan saraf lainnya, dengan mencerminkan fungsi membran di
dalam jaringan-jaringan ini sebagai lipida membran. Kolesterol terdapat di
dalam membran-membran sel organisme tingkat tinggi, tetapi tidak terdapat di
dalam membran-membran bakteri dan mitokondria.
Kolesterol tubuh dibedakan menjadi 2 yaitu, kolesterol yang berasal dari
makanan dan kolesterol yang disintesis dari asetil ko-A yang berasal dari
karbohidrat, asam amino, asam lemak. Hati merupakan tempat utama sintesa
kolesterol, tetapi usus juga merupakan tempat penting untuk sintesis.
Kandungan
kolesterol dalam makanan adalah sebagai berikut :
Jenis makanan
|
Kadar kolesterol
|
daging ayam
|
60
|
daging kambing
|
70
|
daging sapi
|
70
|
daging babi
|
70
|
udang
|
130
|
kuning telur
|
275
|
hati, jeroan
|
375
|
ginjal sapi
|
690
|
otak
|
2000
|
ikan
|
45
|
jagung
|
0
|
beras
|
0
|
Kolesterol di
dalam tubuh mempunyai dua fungsi, yaitu disatu sisi diperlukan dan disisi lain
dapat membahayakan, tergantung berapa banyak dan dibagian mana terdapat di
dalam tubuh. Kolesterol diperlukan karena merupakan komponen esensial membran,
struktur semua sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol
bisa membahayakan apabila terlalu banyak terdapat dalam darah karena dapat
membentuk endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan penyempitan
pembuluh darah yang akan mengganggu kalancaran aliran darah.
Menurut
Murray, RK granner, DK Mayes, PA and Rodwel, VW, 19895 : 301), tubuh kita
menggunakan kolesterol untuk membuat :
1. Hormon seks, sangat
penting bagi perkembangan dan fungsi organ seksual
2. Hormon korteks
adrenal, penting untuk metabolisme dan keseimbangan garam dalam tubuh.
3. Vitamin D, penting
dalam penyerapan kalsium
4.
Garam
empedu, membantu usus menyerap lemak
5.
Membran
sel dan lapisan luar lipoprotein
Tubuh manusia
dan hewan yang normal akan berusaha memelihara konsentrasi kolesterol plasma
dengan cara mengatur sintesis dan ekskresi kolesterol. Kandungan kolesterol
yang tinggi dalam darah dapat membentuk endapan pada pembuluh darah
(Arterosklerosis) dan tekanan darah tinggi. Arterosklerosis merupakan akibat
dari abnormalitas metabolisme lipida selain berbagai faktor yang mengganggu
pembuluh arteri. Hiperkolesterolemia
berarti bahwa kadar kolesterol terlalu tinggi dalam darah..
Oleh sebab itu, untuk mencegah
hiperkolesterolemia atau untuk menurunkan kadar kolesterol, disarankan untuk
mengurangi konsumsi lemak terutama lemak hewani dan memperbanyak konsumsi sayur
dan buah. Lemak hewan umumnya merupakan lemak jenuh (saturated fat) dan
mengandung banyak kolesterol. Lemak jenuh sangat signifikan dapat menaikkan
kadar kolesterol darah. Tubuh kita memerlukan kolesterol untuk dapat berfungsi
dengan baik, namun jumlah kolesterol yang dibutuhkan sudah dapat terpenuhi dari
pembuatan kolesterol di dalam tubuh. Jadi tidak diperlukan lagi tambahan kolesterol
dari makanan.. Minyak atau lemak nabati (lemak yang berasal dari
tumbuh-tumbuhan) masih dapat dikonsumsi asal tidak berlebihan, sebab lemak
nabati tidak mengandung kolesterol dan sedikit kadar lemak jenuhnya (saturated
fat).Senyawa lemak yang banyak terdapat dalam lemak nabati adalah lemak tak
jenuh (unsaturated fat) yang tidak menaikkan kadar kolesterol darah.
Alat
dan Bahan
- Alat :
a.
Gelas
kimia (beker glass) h. Waterbath
b.
Tabung
reaksi i. Sentrifuge
c.
Tabung
sentrifuge j. Timbangan elektrik
d.
Penggerus
porselen (mortar) k. Spektrofotometer
e.
Batang
pengaduk l. Tabung cupet
f.
Pipet ukur m. Rak tabung reaksi
g.
Filler
2.
Bahan :
a.
Alkohol
absolut d. Asam sulfat pekat
b.
Aseton e. Asam anhidrat
c. Kloroform f. Sampel (otak, hati, telur, daging)
1. Pembuatan larutan kolestrol murni untuk larutan standar
a. Membuat larutan kolesterol murni dengan
konsentrasi 2 mg/ml, sebanyak 10 ml dan mengencerkannya dengan 40 ml kloroform
dalam bekker glass, sehinggga terbentuk larutan dengan konsentrasi 0.4 mg/ml (larutan).
Kemudian membuat larutan kolesterol murni dengan bermacam-macam konsentrasi
dari pengenceran larutan A.
b. Mengambil 20 ml dari larutan A dan
memasukkan pada beker glass + kloroform 20 ml, diperoleh larutan
dengan konsentrasi 0,2 mg/ml (larutan B). Mengambil dari larutan B
masing-masing 9 ml, 7ml, 6ml, 5ml, 4ml, 3ml, 2ml. Dari pengenceran ini
diperoleh larutan dengan konsentrasi 0,18; 0,14; 0,10; 0,08; 0,06; 0,04 mg/ml
dengan menambahkan kloroform sampai 10 ml.
c. Mengambil larutan A lagi sebanyak 30 ml +
10 ml kloroform disebut larutan C. Mengambil dari larutan C ini 8ml, 7ml, 6ml,
5ml,dan 4 ml. Menambahkan masing-masing pada larutan tersebut kloroform sampai
10 ml sehingga diperoleh konsentrasi 0,32; 0,28; 0,24; 0,20; dan 0,16 mg/ml.
d. Mengambil larutan
standar masing-masing (larutan B dan C) sebanyak 3 ml dan menambahkan 3 ml
asetat anhidrid + asam sulfat dengan perbandingan 30:1, menempatkan pada ruang
gelap selama 5 menit hingga larutan menjadi hijau, mengukur absorbansi dengan
spektofotometer pada panjang gelombang 680
2. Pembuatan larutan untuk penentuan kadar kolesterol
a. Memasukkan sample (telur) 1ml ke dalam tabung sentrifuge yang telah
berisi 10 ml aseton : alkohol (1 : 1) kemudian mengaduknya sampai rata
b. Memanaskan tabung yang telah berisi bahan tadi pada waterbath sampai
mendidih. Kemudian mengangkat dan mendinginkan tabung tersebut pada temperatur
kamar, setelah dingin mensentrifuge pada kecepatan 1750 rpm selama 15 menit
c. Memasukkan supernatan (bagian bening) yang terbentuk ke dalam tabung
reaksi kemudian menguapkan dengan memanaskan dalam waterbath sampai kering dan
terbentuk residu (pasta).
d. Melarutkan residu dengan kloroform dan dihomogenasi. Setelah
diencerkan,
ditambah dengan 2 ml campuran asam sulfat dan asetat anhidrat (1 : 30).
Telur/otak diencerkan : 60 kali
Hati diencerkan : 40
kali
Daging diencerkan : 10
kali
Darah diencerkan : 4 kali
e. Pengenceran untuk residu otak dan telur = 60 kali
Residu + 3 ml kloroform (dihomogenasi)
0.1 ml larutan residu + 1,9 ml kloroform +
2 ml campuran asam sulfat dan asetat anhidrat (1: 30)
f. Pengenceran untuk residu hati = 40 kali
Residu + 2 ml kloroform(dihomogenasi)
0.1 ml larutan residu + 1,9 ml kloroform +
2 ml campuran asam sulfat dan asetat anhidrat (1 : 30)
g. Pengenceran untuk residu daging = 10 kali
Residu + 2 ml kloroform (dihomogenasi)
0.4 ml larutan residu + 1,6 ml kloroform +
2 ml campuran asam sulfat dan asetat anhidrat (1 : 30)
h. Menempatkan larutan residu yang telah yang telah diencerkan tersebut
pada ruang gelap selama 5 menit hingga terbentuk warna hijau. Membaca hasil warna yang diperoleh dengan spektrofotometer dengan panjang
gelombang 680 nm.
i. Membuat larutan blanko yang berisi 2 ml
kloroform dan 2 ml campuran asam sulfat pekat dan asetat anhidrat (1 : 30).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar